Tuesday, November 14, 2006

Anakku udah besar

Bunda mo cerita Daffa nih....

Selain udah sekolah, Daffa sekarang kalo BAB ato BAK pasti ngomong dan minta di bawa ke kamar mandi...liat aja gayanya Daffa waktu lagi BAB..hihihi..udah kayak orang gede ;0) Biasanya dia ga mau di liatin kalo lagi BAB.....Limited person deh yang boleh nemenin dan ngeliat dia....
Waktu bunda ambil foto ini...dengan kenceng dia teriak..Bundaaaaa, mayuuuu :P

Halal BiHalal DTK

Setelah kemaren bunda nulis cerita fiksi, sekarang bunda mulai lagi dengan nulis cerita yang nyata alias real..hehehe. Bunda mulai dari acara Halal Bihalal di kantor. Acara ini sendiri udah 2 minggu yang lalu..gpp dong ya..secara PC bunda baru sembuh :)

Halal Bihalalnya di adakan ga jauh dari kantor..masih dalam lingkungan kampus malah, di gedung serbaguna sebelah kantor..hihihi..menurut panitia MurMer bo! Acaranya ini di peruntukan bagi seluruh karyawan/ti DTK beserta suami-istri. Well..secara dari senin-jumat bunda ga 'bersuami' terpaksa lah datang sendiri..*halah..apa sih.

Sebetulnya kalo acaranya bukan pas hari kerja bunda mau ajak daddy ke kantor...karena jam kerja..ya udah dateng sendiri...ampe kantor banyak yang nanya..swami mana ya? kok ga diajak..biar kenal sama yang lain..ada juga yang komentar: katanya bersuami..tapi kok ga pernah keliatan suaminya..hihihi..emg ga sopan tuh yang komentar tuh :p bunda bilang aja singkat: suami ku kerja :)

Acaranya dimulai dengan sambutan2 dari panitia dan pak Kadis, setelah itu silaturahmi deh..biasa, ngantri salaman lagi..hihihi. Bunda karena berpostur kecil *masa sih bun?* hihihi..di dahulukan oleh bapak2 yang lain..qiqiqi..akhirnya bunda ga perlu waktu lama buat nyalamin semua karyawan DTK :) Setelah itu makan deh....

Selesai makan, acaranya hiburan...wah, bunda yang baru ikutan halal bihalal untuk pertama kalinya surprise juga..ternyata ada doorprize nya..secara ga ada keterangan apa2 dalam undangan. Rupanya panitia udah punya cara sendiri buat ngundi doorprize nya..berdasarkan buku tamu..*hayyah...gimana coba tuh* Lagi asyik ngobrol tau2 bunda denger nama bunda di sebut...N0.13 ibu Yuli! He? Gw tuh? Bunda langsung angkat tangan sambil teriak, saya pak?! Iya...ibu Yuli..hihihii..ternyata bunda dapet doorprize. 13 itu emang no urut bunda di buku tamu..waktu nulis nama, bunda sempet bergumam..mmm, 13 nih..lucky number :) eh..bener aja. Mau tau bunda dapet apa?? Tarrrraaaa.....

Kotak perhiasan kecil...lucu ya.....didalemnya ada kaca kecil..sayang bunda ga bisa upload foto yang nunjukin dalemnya kotak ini...yang pasti bunda seneng banget..soalnya diantara sekian banyak orang yang hadir di gedung itu, bunda termasuk yang beruntung dapet doorprize walaupun hadiah bunda paling kecil bentuknya...kl yang lain bungkusannya gede2...ternyata isisnya jam dinding....hehehe...alhamdulillah....

Monday, November 13, 2006

Dalam hati..siapa yang tau

Refer to one of bunda’s friend article on her blog about IRT, bunda jadi pengen nulis satu cerita pendek tentang Nadia..seorang Ibu dari satu orang putri yang selalu ceria, tidak pernah terlihat ada kesedihan di matanya. Ga ada maksud apa2.cerita .ini mengalir begitu aja…ternyata tidak ada seorangpun yang mengerti diri kita selain diri kita sendiri ya..hehehe

Nadia, nama yang singkat. Bekerja di salah satu perusahaan terkemuka di kota besar dengan posisi setingkat manajer. Tidak ada yang salah dengan Nadia, bahkan terlihat begitu sempurna. Ibu dari seorang putri yang cantik, Istri dari seorang suami yang amat sangat mencintainya dan seorang karyawan dari perusahaan besar. Apa yang salah dengan Nadia?

Siang itu, Nadia terlihat melamun diteras rumahnya. Entah apa yang mengganggu pikirannya saat itu. Saat itu hari Minggu, seharusnya dia habiskan waktu liburannya bersama anak dan suaminya tercinta, tapi tidak siang itu.

Ternyata Nadia mulai menyadari ‘ketidaksempurnaan’nya menjadi seorang istri dan ibu bagi keluarga kecilnya. Mungkin semua terlihat sempurna dari luar, tapi apa ada yang tau…ada sesuatu yang bergejolak di hatinya…Hal ini membuat Nadia malas melakukan aktifitas apapun siang itu.

Banyak hal yang bergejolak di hatinya.

Nadia mulai berpikir bahwa selama ini tanpa dia sadari, dia begitu kesepian…walaupun dia di kelilingi oleh keluarga dan teman-temannya tapi Nadia merasa begitu sepi…sendiri.

Kenapa……..? Kenapa Nadia berpikiran seperti itu? Bukan kah dia sudah memiliki segalanya…?? Memang benar, Nadia memiliki segalanya, tapi tidak ada satupun yang tau isi hatinya. Selama ini Nadia selalu menyimpan rapih semua kesusahan dan kesedihan yang dia rasa, tidak seorang pun dia beritahu, tidak orang tuanya, keluarga besarnya, temannya..bahkan suaminya sendiri.

..Apa ada yang tau apa yang aku inginkan saat ini?
..Apa ada yang tau apa yang ada dalam hatiku saat ini?
..Apa ada yang tau apa yang menjadi kesusahan ku selama ini?
..Apa ada yang tau apa yang menjadi kegundahan ku selama ini?
..Apa ada yang tau apa yang menjadi kegelisahan ku selama ini?
..Apa ada yang tau apa yang aku pikirkan saat ini?
..Apa ada yang tau sudah berapa banyak airmata aku keluarkan setiap harinya?

Tidak ada. Dan aku tidak pernah mau membahas ataupun memberitahukannya kepada yang lain. Ini semua salah ku..semua akan ku pendam sendiri.

Masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang tidak bisa Nadia jawab. Nadia merasa sesak seketika, sesak…. Dan susah sekali untuk bernafas….

Nadia berusaha menenangkan dirinya sendiri. Dia perhatikan suami dan putri kecilnya yang sedang bermain. Nadia tersenyum….Ya Allah, lindungi lah kedua permata hati hamba..sayangilah mereka, jauhkan lah mereka dari segala kesusahan dan kemalangan..Amiiin. Aku menyayangi mereka berdua Ya Allah….

Nadia berdoa dalam hatinya..dan tak terasa kedua matanya menitikan airmata..terus..terus..dan terus. Airmata itu tidak dapat dibendung, mengalir begitu derasnya. Rupanya terlalu berat beban yang selama ini Nadia pendam…entah beban apa itu.

Nadia bergegas ke kamar mandi sebelum suami nya menyadari bahwa dia sedang bersedih, di dalam langkahnya ke kamar mandi, Nadia berhenti dan melihat sebuah pisau dapur tergeletak di atas meja makan…Nadia cepat mengambilnya dan menusukkannya ke perut nya sendiri.

Nadia jatuh….darah keluar deras dari perutnya…..Suami nya langsung dari menuju arah dapur karena mendengar seperti ada sesuatu yang terjatuh. Begitu sampai dapur, suami nya terperanjat..mengetahui istrinya tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Nadia di rangkulnya..dan berbisik…kenapa mah? Kenapa kau lakukan ini semua? bertahan mah..kamu akan baik2 saja. bertahanlah..aku mencintaimu…

Dengan terbata Nadia berusaha berbicara….Aaakkuuu jjjjuuga mmmeeennncinnntttaaaaaaiiii mu. Jjaga anaak kitta paah…aaku suddah gaaa taaahan lagii….Nadia pun terdiam. Hanya itu kalimat yang terucap sebelum Nadia meninggalkan suami dan anaknya..

Mamaaaaaaaaaaaaaaaaaah…..lengkingan suara suami Nadia mengagetkan tetangga sekitar. Mereka pun berdatangan.

Nadia, ibu muda yang terlihat begitu bahagia ternyata memendam kegundahan dan kesedihan yang mendalam, dia juga tidak pernah bercerita apa yang menjadi masalahnya selama ini sampai akhir hayatnya.

Ada yang bisa di ambil dari cerita ini, cerita yang begitu singkat dan mungkin sedikit ga jelas..hihihi…. sesuatu yang terlihat indah dan bahagia dari luar, ternyata tidak selamanya benar. Karena tidak ada seorangpun yang tau, apa yang ada di benak kita, apa yang ada di pikiran kita jika kita tidak memberitahunya dengan yang lain. Hanya kita dan Allah SWT yang tau…apa isi hati kita.

Hectic Day

Setelah wiken kemaren komputer di utak atik daddy, akhirnya bunda udah bisa nulis lagi..thank you Daddy. Bunda mulai dengan kegiatan bunda hari ini ya....
Pfuih, hari ini di kantor bener2 sibuk. Dari pagi..mulai dari adanya surat dari bapak Walikota ke DTK mengenai wilayah2 yang akan di tata..dikantor rame...semua sibuk..semua ribet...ditambah lagi komputer di kantor rusak satu, otomatis urusan ketik mengetik agak2 tertunda :) Di bagian bunda itu yang namanya kerjaan Dinas ga kelar2 ampe siang. Padahal cuma satu yang dikerjain..penataan kawasan sentra rajutan binong jati...cuma...bos bunda maunya 'perfect', jadi bolak balik di perbaharui gambar dan tulisannya...secara besok mo di lapor pak Kadis dan pak Wali..jadi harus Perfecto! Berhubung yang diperbaiki masalah peta dan gambar, secara itu dikerjakan by komputer, bunda cuma jadi asisten doang..hihihi. Belum gape euy pake AutoCAD ato Corel 12. Nah, tadi yang ngerjain temen bunda di kantor..dia emang expert di bidang gambar2 di komputer..bunda cuma bantu ngoreksi dan jelasin ama dia mana aja yang kudu di perbaiki :) tapi tetep aja...repot. Belum selesai ngerjain perintah dari bapak a, bapak B udah minta tolong...eh, Bapak C juga udah manggil...hahahaha...
Pokoknya hari ini kantor hectic banget deh...capeeeeeeeee.....

Saturday, November 11, 2006

LiBUr Duluuuu

Maaf...berhubung komputer di rumah lagi kena ViRUS, urusan nulis2 di blog terpaksa harus 'libur' dulu..nanti kalo Kompinya udah sembuh, bunda terusin nulisnya. Mohon doa ya, biar PC bunda cepet sembuh...secara bunda udah bete banget nih ga beres2 PC nya...

Friday, November 03, 2006

Cara MenDIDIK ANAK

  • Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia akan belajar Memaki
  • Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
  • Jika anak dibesarkan dengan cemoohoan, Ia belajar rendah diri
  • Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri
  • Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
  • Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri
  • Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan
  • Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan

Keberhasilan selaku orang tua diukur dari seberapa baik kualitas ketaqwaan anak-anaknya!

"Aturan Main", Dalam Berteman

"Aturan Main", Dalam Berteman
  • Berlaku baik kepada teman
  • Membantu keperluan teman
  • Memberikan perhatian pada keadaan temannya, misalnya dengan saling berkunjung
  • Mendoakan kebaikan baginya
  • Rendah hati dan tidak sombong, serta suka memaafkan
  • Saling Mengasihi, tidak mencela
  • Menjaga teman dari gangguan orang lain
  • Memberi nasihat dan kritik yang membangun